Candace Owens Dihujat Karena Mengungkit Kembali Kematian Charlie Kirk Saat Membaca Konten yang Disiapkan dari Teleprompter. Internet Berpendapat Bahwa Dia Perlu Dihentikan

Candace Owens kembali memicu drama besar di kalangan konservatif. Podcaster yang dikenal dengan pandangan-pandangan yang berani, menghadapi kritik karena kembali membahas kematian Charlie Kirk, mantan rekan kerjanya.

Kali ini, para kritikus menunjuk pada penyampaiannya yang terstruktur di depan kamera sebagai bukti bahwa ia mengubah tragedi menjadi konten. Secara online, banyak orang merasa jengkel, dengan banyak yang mengatakan bahwa sudah waktunya dia berhenti membahas topik ini. Mari kita bedah apa yang terjadi dalam saga ini.

Kehilangan Tragis Charlie Kirk

Charlie Kirk, pendiri Turning Point USA berusia 31 tahun, meninggal pada 10 September 2025, selama acara di Utah Valley University di Orem, Utah. Seorang pria berusia 22 tahun bernama Tyler Robinson menyerahkan diri ke polisi pada hari berikutnya.

Jaksa menuntutnya atas pembunuhan dengan ancaman dan sedang mendorong hukuman mati. Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Robinson menembak dari jarak sekitar 175 yard, dengan bukti seperti pesan teks yang mendukung kasus sebagai serangan yang ditargetkan.

Erika dan Charlie Kirk. Tangkapan layar dari mrserikakirk via Instagram. Digunakan dengan izin untuk tujuan komentar.

Istri Kirk, Erika Kirk, mengambil peran sebagai CEO Turning Point USA segera setelah itu. Dia telah berbicara secara publik tentang kesedihannya dan menyerukan persatuan dalam gerakan konservatif. Dalam wawancara, Erika telah mendorong orang untuk fokus pada warisan Kirk daripada spekulasi. Selama beberapa bulan, cerita ini tampak sederhana, tetapi Owens telah membuatnya tetap hidup dengan sudut pandangnya sendiri.

Investigasi Berkelanjutan Candace Owens

Owens, yang bekerja dengan Kirk di awal karirnya, mulai mempertanyakan narasi resmi segera setelah penembakan. Dalam podcastnya, dia telah merilis apa yang disebutnya sebagai materi eksklusif, seperti rekaman panggilan Turning Point USA di mana Erika berbicara hanya lima hari kemudian.

Owens menggambarkan nada Erika sebagai “mengecewakan,” dengan menunjuk tawa dalam klip sebagai sesuatu yang mencurigakan. Dia juga telah membagikan tangkapan layar pesan yang dikirim Kirk yang diduga tentang ancaman sebelum kematiannya.

Pada Maret 2026, Owens merilis rekaman penembakan dari belakang Kirk, yang telah dia simpan selama hampir enam bulan. Dia memutarnya berkali-kali tanpa peringatan, kemudian beralih ke topik seperti Freemasonry dan hubungan okultisme, dengan mengklaim bahwa Kirk “kemungkinan besar menjadi korban.”

Serinya “Bride of Charlie” berfokus pada Erika, menimbulkan keraguan tentang latar belakang, hubungan keluarga, dan bahkan menyiratkan keterlibatan dalam konspirasi yang lebih luas yang melibatkan Israel atau program rahasia. Owens sering membaca dari catatan atau teleprompter, yang menurut para kritikus membuat segmennya terasa dibuat-buat dan tidak tulus.

Dia telah menyebut nama orang dalam di Turning Point USA, menuduh mereka melakukan pengkhianatan, dan menghubungkan kematian tersebut dengan pandangan Kirk tentang isu-isu seperti perang dengan Iran. Owens bersikeras bahwa dia sedang mencari kebenaran, tetapi dia belum menarik kembali klaimnya bahkan setelah bertemu Erika selama lebih dari empat jam pada Desember 2025. Dalam episode podcast tersebut, Owens masih meragukan Robinson bertindak sendiri dan mengisyaratkan keterlibatan Israel, yang telah dibantah oleh pejabat.

Reaksi Begitu Kuat

Reaksi daring di dunia maya sangat intens. Erika Kirk secara publik meminta Owens untuk berhenti, mengatakan bahwa teori-teori tersebut merugikan keluarganya. Suara-suara konservatif seperti Ben Shapiro dan Megyn Kelly telah mengecam Owens karena memecah belah komunitas. Di X, postingan terus berdatangan dengan pengguna melabeli tindakannya sebagai “tidak bermoral” dan “menjijikan.”

Tangkap layar dari postingan Dom Lucre/X

Satu utas viral menggambarkan Owens sebagai “menyimpan rekaman seperti seorang pembunuh berantai yang menyimpan trofi,” yang mengumpulkan ribuan suka dan repost. Yang lain menuduhnya melakukan “pertanian audiens” dengan menjadwalkan rilis ketika audiensnya menurun.

Para kritikus berpendapat bahwa Owens memanfaatkan kematian untuk mendapatkan pandangan dan uang, terutama karena acaranya menghasilkan uang dari episode. Beberapa menunjuk pada sejarah teori konspirasinya, seperti menghubungkan Erika dengan Jeffrey Epstein atau ide-ide mafia Khazarian, sebagai tidak berdasar dan berbahaya.

Bahkan para pendukung juga mengakui bahwa seri ini terus berlanjut tanpa bukti yang kuat. Seorang pengguna X mencatat bahwa Owens menambahkan episode karena dendam setelah ancaman pribadi, menyebutnya sebagai “pembayaran” daripada penyelidikan yang sebenarnya. Media seperti USA Today dan The Hollywood Reporter telah meliput perpecahan ini, dengan para kolumnis menyerukan kepada konservatif untuk mengutuknya.

Arah Cerita Selanjutnya

Saat Maret 2026 tiba, kontroversi ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Owens terus menjalankan podcastnya, menjanjikan lebih banyak pengungkapan, sementara Erika fokus pada memimpin Turning Point USA. Proses hukum terhadap Robinson terus berlanjut, dengan persidangan diperkirakan akan berlangsung pada akhir tahun ini. Secara online, perpecahan semakin besar, dengan beberapa pihak membela Owens sebagai pencari kebenaran, sementara yang lain menuntut agar platform membatasi jangkauannya.

Perseteruan ini menyoroti ketegangan dalam media konservatif, di mana dendam pribadi bercampur dengan tragedi publik. Saat ini, penilaian internet sudah jelas: banyak pihak ingin Owens untuk melanjutkan dan membiarkan keluarga Kirk untuk pulih. Apakah dia akan mendengarkan atau tidak, masih menjadi pertanyaan besar dalam perdebatan yang sengit ini.

Apa pendapat Anda?

You may also like these